Teknologi reaktor Hualong One (HPR1000) telah menjadi desain reaktor generasi III+ buatan domestik yang paling banyak digunakan di dunia dengan 41 unit beroperasi atau sedang dibangun secara global, mampu menghasilkan sekitar 10 miliar kWh listrik per unit setiap tahun—setara dengan pengurangan emisi CO₂ sebesar 8,16 juta ton dan penghematan lebih dari 3 juta ton batubara standar per unit—sekaligus menjadikan China pemimpin absolut dalam jumlah unit nuklir aktif, dalam konstruksi, dan yang sudah disetujui (total 112 unit per akhir 2025) serta diproyeksikan memiliki lebih dari 100 unit operasional komersial pada akhir periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2030).
Dengan capaian ini bukan sekadar keberhasilan teknis atau lingkungan, melainkan strategi kedaulatan energi dan pengaruh geopolitik yang sangat terukur: China berhasil mengubah ketergantungan pada teknologi Barat (Westinghouse AP1000, Areva EPR, Rosatom VVER) menjadi ekspor teknologi nuklir mandiri dalam skala besar, sekaligus memperkuat bargaining power di negara-negara berkembang yang membutuhkan listrik bersih murah tanpa syarat politik berat—sehingga Hualong One tidak hanya menjadi alat dekarbonisasi domestik, melainkan juga senjata soft power dan instrumen Belt and Road Initiative di sektor energi masa depan.https://x.com/hamzah_adiyusuf/status/2018490925199298945?s=20
Comments
Post a Comment